Minggu , 24 Februari 2019
Berita Pramuka

Situs Prasasti Jambu di Desa Batu Tulis Dikunjungi Puluhan Penegak Pandega Kwarcab Kabupaten Bogor

SAKTI NEWS – Puluhan anggota pramuka penegak pandega dari Kwartir Cabang Kabupaten Bogor yang berasal dari 5 Kwarran, Rabu siang (25/07) melakukan kunjungan ke Situs Prasasti Jambu di Desa Batu Tulis, Kecamatan Nanggung.

Kunjungan tersebut merupakan salah satu kegiatan Sosilalisasi dan Pembinaan Cagar Budaya kepada Remaja Siswa dan Siswi SLTA angkatan ke II Tahun 2018 yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor yang bekerjasama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kabupaten Bogor.

Indi Richdian Kasi Cagar Budaya dan Sejarah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor saat ditemui ekskulnews.com di sela acara menjelaskan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, khususnya di Seksi Cagar Budaya dan Sejarah di Bidang Kebudayaan,rutin menggelar setiap tahun sosialisasi cagar budaya untuk siswa dan siswi SLTA.

“Sekarang kami bekerjasama dengan Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor karena kami anggap pramuka lebih efektif kedepannya untuk mengenalkan, mengembangkan, sekaligus melestarikan cagar budaya,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata Indi, dengan mengajak pada anak-anak pramuka kegiatan sosialisasi dengan narasumber dari Balai Arkeologi Provinsi Jawa Barat, mudah-mudahan dari penjelasan narasumber dapat menimbulkan ketertarikan pada adik-adik pramuka untuk menekuni ilmu arkeologi.

“Selama ini memang di Kabupaten Bogor sumber daya manusia khususnya arkeologi di pemerintah daerah itu belum ada, dan itu memang salah satu yang kami butuhkan di cagar budaya yang nantinya akan meneliti, akan menetapkan cagar budaya tersebut,” terangnya.

“Cagar Budaya itu sangat, karena cagar budaya itu kan tidak lepas dari sejarah budaya bangsa kita jaman dahulu seperti apa, karena bangsa yang besar itu adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah dan budayanya. Intinya dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan generasi muda akan lebih peduli terhadap budaya baik itu peninggalannya, baik itu sejarahnya,” pungkasnya menambahkan.

Hal senada dikatakan Ahmad Kosasih, Andalan Saka Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, Ini adalah program kegiatan salah satu dari satuan karya dari gerakan pramuka yaitu saka pariwisata. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor. Ini adalah kali kedua kunjungan ke situs yang ada di Kecamatan Nanggung. Sebelum-sebelumnya gerakan pramuka kabupaten bogor juga pernah melakukan kunjungan-kunjungan ke situs-situs yang ada di Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini setiap tahun selalu terselenggara dan bahkan kami dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor sudah merancang kegiatan di Tahun 2019 adalah kegiatan Kemah Budaya. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang bertujuan untuk memberikan bekal dan keilmuan tentang cagar budaya yang ada di Kabupaten Bogor khususnya,” terangnya.

Dijelaskan Ahmad, para peserta adalah pramuka penegak pandega se-Kabupaten Bogor, tapi terbagi dalam beberapa kecamatan, karena kegiatan ini dalam satu tahun itu mencapai 5 sampai 6 kali kegiatan dan dibagi dari 40 Kecamatan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Dimana melalui kegiatan ini dapat memberikan keilmuan tentang sejarah kebudayaan lokal yang ada di Kabupaten Bogor, serta  melestarikan kebudayaan yang ada di Kabupaten Bogor.

“Pramuka penegak pandega sebagai calon pemimpin yang diharapkan nanti kedepannya juga tidak terlepas dari sejarah yang ada di Kabupaten Bogor, untuk itu saya rasa ini penting sekali buat mereka. Saya berharap program kegiatan yang ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini dan kerjasama ini bisa berkelanjutan sehingga satuan karya yang ada di Kwartir Cabang Kabupaten Bogor ini bisa tetap eksis berjalan sesuai dengan kaidah yang ada di dalam satuan karya pramuka,” harapnya.

Sementara itu, salah satu Penegak Kwarran Leuwiliang yang menjadi peserta Hendi Nur Sehah mengaku senang dapat mengiktui kegiatan tersebut.

“Ilmu baru juga buat saya pribadi dan kedepannya insya alloh bisa dipublikasikan buat temen-temen semua biar inget lagi terhadap sejarah, prasati ini. Jadi kegiatan dari dinas kebudayaan dan pariwisata ini sangat baik sekali,” ungkapnya.

Lanjut ia, kedepan anak-anak pramuka juga nanti akan ada lagi kegiatan-kegiatan semacam ini mengenai sejarah, supaya tidak lupa dengan sejarah.

“Bagi saya cagar budaya ini kan simbol dari sebuah wilayah, simbol yang menceritakan sejarah itu dan buat tanda juga. Diharapkan generasi muda bisa peduli lagi terhadap sejarah karena seperti yang disampaikan presiden soekarno, Jas Merah, jangan Lupakan sejarah,” singkatnya. (KN)

One comment

  1. Ujang Solahudin

    Setuju sekali untuk pelestarian budaya, apalagi ada terobosan baru yaitu kemah budaya. Jayalah selalu pramuka kabupaten Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *